15 August 2008

Keran Air Yang Mati

Aku punya hobi mengamati keadaan sekeliling saat berada di suatu tempat, terlebih tempat yang belum biasa kukunjungi. Kamis kemarin, aku mengirim kit sains ke sebuah sekolah di wilayah Bogor (he he setua ini aku masih jadi karyawan ekspedisi, sopir dan merangkap porter). Proses administrasi berlangsung beberapa waktu, dan aku punya kesempatan cukup untuk melakukan pengamatan.

Di sekolah itu ada banyak tanaman dalam pot, dan perkiraanku itu adalah milik para siswa dan merupakan bagian dari tugas sekolah. Benar, tak berapa lama seorang anak menghampiri salah satu pot dan membawanya ke dekat wastafel outdoor untuk disirami (atau mungkin lebih tepatnya dikucuri air). Rupanya, keran tidak mengucur. Sambil menggerutu kecil (kok kerannya mati sih), si anak mengembalikan pot ke tempat semula dan berlalu. Sang tanaman batal mendapatkan air pagi itu.

Beberapa menit kemudian, seorang anak lain dengan tangan berlepotan menghampiri wastafel yang sama dan menjumpai kenyataan yang sama : keran tidak mengucurkan air. Juga sambil menggerutu kecil, si anak segera berjalan menuju sumber air lain yang jaraknya tak sampai 10 meter dari wastafel : sebuah kamar kecil. Ia mencuci tangannya di sana.

Mengapa anak pertama tak berusaha membawa potnya ke kamar kecil itu, sementara anak kedua dengan cepat membersihkan tangannya yang kotor di sana?

5 comments:

semua sementara said...

Assalamualaikum Bang Muzi..
Saya adlh Ibu dari Faiz. Yang mengikuti Workshop Science Bersama Rumah Ilma di Batam 3 Agustus lalu. Mudah2an Bang Muzi masih ingat anak saya. Dia sangat teresan ketika Bang Muzi ajak dia untuk bereksperimen dengan magic water nya...Terima Kasih. Saya tunggu buka cabang di Batam...

muzi said...

Tentu saya ingat Ibu. Semoga ananda Faiz terus tumbuh menjadi anak yang hebat dan memberikan manfaat yang seluas-luasnya bagi semesta

Cakrawala Hati said...

Mengamati sekitar te,pat dan lingkunga itu adalah hal yang bisa menerapi seseorang bisa menjadi lebih kratif.

Saya pengen belajar bagaimana menggali potensi bakat dan minat peserta didik (anak SMA, red) yanga da dalam diri mereka.

Kapan adal acara workshop di sekitar jawa timur, kalo bisa di Bojonegoro, sebab kami sangat butruh itu guna menyongsong era Blok Cepu di daerah kami.

Salam dari Kota New Lasvegas (Bojonegoro), Jawa Timur.

Warm Regrads
Prawoto
prauw.blogspot.com
prawoto.net

time,love and tenderness said...

Bang muzi...saya ibu Faiz dari Batam. Secara nggak sengaja saya jalan2 ke tempat jualan barang second di Batam. Dan menemukan sebuah Science kit plus buku2 petunjuknya dgn hampir 100 experiment nya. Wow.. Alangkah senangnya saya. Dengan 25 rb saja saya serasa mengikuti workshop bersama bang muzi spt bulan agustus thn lalu. Ayo kapan ke Batam lagi ?

muzi said...

Buat Ibu Faiz, selamat ya dapat hasil buruan yang bagus. Sila kunjungi blog saya yang lebih aktif di www.kakmuzi.blogspot.com